oleh

Bareskrim Polri Ungkap Perdagangan Ganja Via Medsos

JAKARTA|
Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan pengedar dan perdagangan narkotika jenis ganja via media sosial (Instragram)

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Asep Saputra mengatakan pada saat konferensi pers di gedung tindak pidana narkotika Bareskrim Polri, Senin (27/1/2020) jam 14:00 WIB bahwa pengungkapan kasus ini berawal saat ada penangkapan pengguna ganja di daerah Tangerang berinisial FMN dan DI.

“Setelah keduanya ditangkap lalu di interograsi dan dari keterangan keduanya, mereka mengaku membeli ganja via online di intagram dengan nama akun “materilasap” dan ” Drewmolid smokehaus” kemudian tim menganalisa nomor telepon penjual. Lalu tim tim dari Subdit 1 Dit Tipidnarkoba Bareskrim Polri memperoleh info bahwa penjual ganja online tersebut tinggal di daerah Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

Kemudian tim melakukan penyelidikan secara intensif, hingga pada tanggal 10 Januari 2020 jam 01:00 WIB tim melakukan penggerebekan di kamar kost Lantere Residence kamar 35 yang beralamat di jalan Abuserin no 17, Kel.Gandaria, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan yang dihuni oleh sepasang kekasih berinisial “A” dan “dan “Y” dan saat di geledah badan dan kamar, didapat barang bukti ganja seberat 41 Kg,” sebut Kombes Asep Adi Saputra.

Lanjut Kabag Penum lagi, selain itu dari tersangka disita juga barang bukti lainya berupa rokok kemasan kaleng, paper (tictac ),mancis, alat penghancur biji ganja, tembakau rokok, alat vacum plastik, timbangan digital, kantong alumunium, buble warp, Hp, laptop dan buku catatan pengiriman paket.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka Y dan A diperoleh keterangan bahwa sejak tahun 2019 ganja didapat dari pelaku berinisial “T” ( DPO ) dari daerah Bukit tinggi, Sumatera Barat yang dikirim secara secara bertahap menggunakan ekspedisi yang paket tersebut ditujukan kepada A beralamat dirumah kost sebelumnya di daerah Radio Dalam, Jakarta Selatan sebanyak 31 kilogram dan alamat sekarang di Lentera Residence sebanyak 23 kilogram.

Selain itu A juga pernah mengambil paket serupa di daerah Tanah Abang dan membawa ganja itu ke kamar kostnya. 41 kilo ganja itu adalah sisa dari 53 kilo ganja yang telah dikirim Y dari Bukit Tinggi dan 12 kilo ganja telah berhasil di edarkan ke seluruh Indonesia via online kepada pemakai dengan modus pengiriman berisi asesoris. Pelaku Y ini juga penjual aksesoris rokok yang berasal dari Belanda, China dan Indonesia. Tersangka YMK ( 33) bertugas membeli, mengirim, dan menerima paket dan menimbang dan mengemas orderan ganja sedangkan AR ( 24 pr ) bertugas menerima dan mengambil paket ganja. Pada tersangka kami Ganjar dengan pasal 114ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU Narkotika tahun 2009 nomor 35 tentang narkotika diancam dengan hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda sebesar Rp.1.000.000.000 dan maksimal Rp.10.000.000.000 ditambah sepertiga subsidair pasal 111 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (2) pungkas Kombes Pol Asep Adi Saputra.( Red/MR)

News Feed