oleh

Dandim 0308/Pariaman Hadiri Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2020 di Bogor

-Hankam, Headline-2.914 views

JAKARTA|
Bencana belakangan ini di wilayah Indonesia semakin meningkat saja, hal ini diakibatkan ulah orang-orang yang nakal melakulan aktifitas ileggal loging dan lainnya sehingga kemarahan alam tidak bisa dielakan lagi. Akibatnya yang mengalami dan merasakannya Rakyat sendiri, dan yang repot TNI, karena TNI lah yang terdepan membantu jika bencana alam datang.

Berbagai upaya telah dilakukan guna mengantisipasi /mitigasi bencana alam,namun tetap ada juga.TNI dalam hal ini sebagai ujung tombak terdepan mengantisipasi /Mitigasi bencana disetiap wilayah NKRI.

Dengan mengerahkan pasukannya yang multi talenta TNI terus membantu pemerintah mengatasi bencana alam. Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) pun dibentuk. Dan hasilnya banyak terbantu masalah bencana.

Kali ini seluruh jajaran TNI banyak mengantisipasi bencana alam denagn berbagai upaya penghijauan dilereng gunung, dipinggir sungai dan hutan serta kawasan sepanjang pantai.

Dengan meningkatnya bencana alam, tadi siang, Selasa (04/02/2020) Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo (Jokowi) membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Tahun 2020 di Sentul International Convention Center (SICC), Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawabarat.

Rapat yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini dihadiri seluruh Pangdam , seluruh Pangkotama jajaran TNI AD, para Danrem, dan Dandim, termasuk dari Basarnas, Polri hingga Pramuka.

Selain itu hadir juga sejumlah pihak dari pemerintah pusat maupun daerah, legislatif,wirausaha, jurnalis, kalangan akademis dari berbagai institusi dan sejumlah warga setempat.

Dalam acara pembukaan, Presiden Jokowi turut didampingi Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Munardo dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Pada acara rapat ini, Presiden Jokowi memberikan pengarahan dan perencanaan terkait penanggulangan bencana tingkat Nasional sepanjang tahun 2020, yang kemudian dilanjutkan oleh Menteri Sosial RI, Jualiri Batubara.

Rakornas ini melibatkan seluruh BPBD provinsi dan Kabupaten kota se-Indonesia, dimana arahan Presiden bahwa ancaman bencana semakin meningkat karena perubahan iklim global karena perbuatan manusia itu sendiri, dan semakin meningkat baik itu jumlah korban jiwa maupun ekonomi, serta infrastruktur-infrastruktur penting yang kita miliki.

“Salah satu penanggulangan bencana longsor adalah menanam akar wangi karena dalam setahun di tanam akarnya bisa mencapai ½ -1 meter dalam 2-3 tahun bisa mencapai 3 meter, dan bisa dikombinasi dengan pohon-pohon yang lain”, tegasnya lagi.

Presiden meminta seluruh daerah jangan hanya mengandalkan infrastruktur untuk mencegah bencana tapi yang utama harus ada perbaikan ekologi.

Terpisah,dihubungi via selular, Dandim 0308/Pariaman Letkol Arm Heri Pujiyanto. S. Sos, yang turut hadir dalam Rakornas Penanggulangan Bencana menyampaikan bahwa pihaknya selama ini atas perintah Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah harus peduli dengan alam dan bencana. Guna mengantisipasi bencana, pihaknya bersama jajaran Koramil telah melakukan berbagai upaya mitigasi bencana.

Salah satunya melakukan penghijauan dengan menggandeng semua pihak yang ada di Pariaman untuk mencegah dan mengantisipasi bencana menanam akar wangi.

“Disepanjang pantai juga telah kita lakukan penanaman pohon guna mencegah /mitigasi bencana,kami dari Pariaman tetap bergandeng tangan dengan Forkopimda,Polri dan komponem masyarakat untuk mencegah bencana, “sebut Dandim. (Red)

News Feed