oleh

KARO HUMPRO BNN RI : “IMAN YANG KUAT ADALAH BENTENG NARKOBA”

-Headline-948 views

JAKARTA|
Bahaya penyalahgunaan narkoba telah menyebar ke semua lini masyarakat, dari hal itulah sosialisasi bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika pada masyarakat lebih di tingkatkan. Tidak hanya melalui ilmu pengetahuan akan bahaya narkotika, pencegahan juga harus di lakukan melalui ceramah dan kajian keagamaan.

BNN melalui Kepala Biro Humas dan Protokol, Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono bersama Ustadz Oemar Mita, memberikan materi bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Masjid Al-Falah, Cipayung, Jakarta Timur dengan tema “Jerat-Jerat Narkoba di Sekitar Kita” (29/02).

“BNN sebagai Leading Sektor terhadap kebijakan pemberantasan narkoba, memberdayakan berbagai instrumen dan institusi negara yang ada, dibantu dengan LSM, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk secara bersama-sama menguatkan daya tahan masyarakat dari bahaya narkotika” ucap Pudjo dalam materinya.

Ustadz Oemar Mita juga menyampaikan bahwa “Narkotika dan perzinahan seperti mata uang yang saling bergandengan, jangan sampai kita membahas perzinahan tapi kita melupakan bahwa salah satu pemicu yang bisa menyebabkan orang melakukan perzinahan karena kondisi ketergantungan pada obat atau narkotika”

Oemar mita juga menyampaikan bahwa salah satu benteng yang bisa menjaga dari serangan narkotika salah satunya di masjid ketika orang memiliki iman yang lemah itu bisa menjadi potensi untuk adanya perdagangan dan perputaran narkotika yang luar biasa.

Sebelum menutup kajian, Kepala Biro Humas dan Protokol meminta jemaah Masjid Al-Falah berada di belakang BNN, untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia.

#BIRO HUMAS DAN PROTOKOL
#BERSINAR

News Feed