oleh

Peduli Habitat Laut, Persit KCK Kodim LIX Dim 0305/Pasaman bersama Forkopimda Lepaskan Penyu

-Hankam, Headline-2.620 views

PASAMAN|
Penyu merupakan hewan langka dan dilindungi oleh pemerintah, akhir-akhir ini keberadaannya sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan mendekati kepunahan.

Untuk itu, dalam rangka melestarikan lingkungan hidup khususnya habitat laut,Persit KCK Cabang LIX Dim 0305/ Pasaman Koorcab Rem 032 PD I Bukit Barisan bersama Forkopimda Kabupaten Pasaman dan Komunitas Pecinta Lingkungan “Artgreen melepaskan 50 ekor anak penyu ke laut, Minggu (08/03/2020)

Pelepasan hewan penyu dalam rangka memperingati HUT Persit KCK ke-74
ini dilaksanakan di Pantai Maligi Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)

Pelepasan yang dimotori Kodim 0305/Pasaman ini bekerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Pasaman sebagai wujud kepedulian TNI dalam menjaga dan melestarikan habitat laut.

Pada kesempatan ini, Ketua Persit KCK LIX Dim 0305/Pasaman menyampaikan bahwa pihaknya berkeinginan mendorong kepedulian warga untuk melestarikan habitat penyu dengan tidak memperjualbelikan telur-telurnya.
Karena apabila telur-telur yang ditetaskan di pantai ini bisa hidup selamat sampai dewasa, kelak ia akan kembali ke pantai ini untuk bertelur.

“Dalam momen HUT ke-74 Persit ini, kami dari Persit Kodim Pasaman sengaja melaksanakan kegiatan peduli lingkungan, khususnya habitat laut, dan kegiatan yang digelar ini guna menjadi warisan pengetahuan yang berharga bagi anak cucu kita kelak,” ungkap Ny Ahmad Aziz.

Sementara itu, Dandim 0305/Pasaman Letkol Inf Ahmad Aziz menambahkan, puluhan tukik-tukik (Penyu) yang dilepaskan tersebut merupakan hasil penetasan telur.

Menurutnya, Pantai Maligi Pasaman Barat
merupakan daerah yang menjadi tempat pendaratan penyu bertelur dan sebanyak empat dari delapan spesies Penyu yang ada di dunia, selalu mendarat dan bertelur di kawasan Pantai Maligi. Keempatnya adalah penyu belimbing, penyu hijau, penyu abu-abu (lekang), dan penyu sisik.

“Untuk itu marilah kita rawat dan jaga kebersihan pantai, karena penyu hanya mau mendarat dan bertelur di daerah yang bebas polusi,” ujar mantan Danyonif 122/Tombak Sakti

Dandim juga menyebutkan bahwa Pantai Maligi dipilih sebagai tempat pelepasan Penyu, selain tempat wisata juga merupakan tempat atau habitat yang baik bagi berkembang biaknya spesies penyu.

“Saya berharap kepada seluruh masyarakat, terutama yang hadir pada acara pelepasan penyu ini, untuk ikut meningkatkan rasa memiliki dan kepedulian tinggi terhadap kelestarian penyu dengan cara tidak ikut-ikutan menangkap dan menjual hewan penyu yang dilindungi oleh pemerintah ini, “harap Dandim.

Mudah-mudahan pelestarian penyu ini dapat menyadarkan masyarakat sekaligus menggugah instansi lain untuk ikut melaksanakan kegiatan serupa serta mengawasi hewan penyu dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam membantu kelancaran pelaksanaan pelepasan penyu ini, “sebut Dandim.

Amatan awak media, terlihat puluhan penyu kecil nan lucu itu pun dilepas ke laut berbarengan. Tukik-tukik itu pun segera berlari menuju terjangan ombak seakan-akan merdeka.

Hadir pada kegiatan ini,Bupati Pasaman Barat beserta istri, Dandim 0305/Pasaman Letkol Inf Ahmad Aziz dan istri (Ketua Persit KCK Cab LIX), Sekda,Wakil Ketua DPRD, Kapolres Pasaman Barat,Komunitas Pencinta Kingkungan Hidup Artgreen dan Para Kadis. (Red)

News Feed